Sunday, July 24, 2016

Pokemon! Gotta Swipe Them All ❤


Haloo semua...
Bagaimana kabarnya???

Topik kali ini akan membahas salah satu game yang sedang booming banget!
Walaupun pada awalnya game ini cuma bisa dimainkan di negara tertentu, tapi direspon dengan sangat fantasis di seluruh dunia. Tidak terkecuali negara kita sendiri ini, Indonesia ~

Hebat, loh kita! Walaupun gamenya belum resmi rilis di Indo ada aja cara biar bisa unduh dan main game yang satu ini. Yang lebih hebatnya gamenya pun bisa berfungsi dengan baik di Indo dimana negara lain di asia belum bisa, bro.

Temen gue yang di Jepang bilang,
"Gamenya sih bisa didownload sebelum resmi rilis. Tapi pokemonnya jaranggg banget. Susah banget dapetnya. Kalau sekarang pas udah resmi baru lebih banyak munculnya."
Maka, patut bersyukurlah kita di Indonesia (?)

Pokemon, Gotta Catch Them All!

Siapa sih, yang tidak pernah denger sama yang namanya "Pokemon"?
Apalagi kalau kalian anak era 90-an pasti sangat familiar dengan serial animasi ini. Dulu, pas kecil. Nonton Pokemon seru banget. Bisa tangkap binatang-binatang lucu, nanti battle, cari medal, ngelawan Tim Rocket, dll.


Jujur, dulu gue juga suka banget sama yang namanya Pokemon. Setiap hari Minggi itu udah gak bisa di ganggu gugat rasanya. Mulai dari Pokemon yang biasa sampai udah makin banyak serialnya. Koleksi Pokemon mulai dari pernak pernik seperti beberapa gantungan kunci, kartu-kartu yang sekarang sudah dihibahkan ke adik dan kebetulan dia foto, dan tasoz!

Waktu kecil, segala macam chiki dari Chiki Balls, Cheetos, dll banyak mainannya. Awalnya cuma dari plastik doang di zaman Pokemon sampai yang dari metal di zaman Yu Gi Oh! Beli chiki cuma mau dapet tasoznya doang. Chikinya? Kasih ke temen atau orang lain ahahhaha...

Yang jelas kalau pas mau beli pasti dikocok-kocok dulu. Cari mana yang lebih berat. Kalau lagi hoki pernah dalam 1 bungkus dapet 5 tasoz!!! *rejeki anak soleh*

Hebatnya Pokemon dari yang cuma serial animasi generasi pertama sampaiii gatau udah gimana berkembang menjadi game nintendo, dan bahkan sekarang Pokemon Go!

Kenapa main Pokemon Go?

Temen gue ada yang tanya begitu. Mungkin beberapa dari kalian juga ada yang merasakan. "Apa serunya main Pokemon? Kayak orang autis tau ahhaha" dan jawabannya cukup simpel:

"Ini game kayak mimpi masa kecil menjadi nyata! Bisa tangkep Pokemon kalau dulu kan gak bisa." -SJW-

Itu salah satu perkataan temen gue yang masih gue inget sampai sekarang dan memang kenyataannya bener banget, sih. Pas awal lagi heboh-hebohnya semua orang main Pokemon gue pribadi gak main. Soalnya dasarnya memang kurang suka main game *maklum lah, ya* Tapi sekarang main juga karena mau dapetin Pokemon yang dariii duluuu memang udah cinta deh pokoknya sama mereka (re: Charmender, Eeve dan semua evolvenya, Dratini, Ninetails, dll.)

Main Pokemon Bikin Autis!

Eits!!!
Autis yang disini bukan autis penyakit atau gimana, ya. Melainkan menjadi addicted dan menjiwai banget, deh, mainnya. Tapi, ini beneran, loh! Semua orang yang main Pokemon pasti sering pegang ponsel mereka di jalan. Kalau ada orang jalan, liatin ponsel, dan swipe layar mereka kebanyakan pasti main Pokemon Go! Taman-taman menjadi super duper ramaiii dan rata-rata pada main Pokemon juga. Bahkan temen gue ada yang nyetir berhenti di pinggir jalan buat nangkep Pokemon!

Satu hal yang gue pertanyakan. Kenapa cuma Pikachu yang bisa bersuara "pikachuuu..." sementara Pokemon lainnya hanya bisa mengeluarkan suara yang bzzz....

Pokemon Go! Berbahaya?

Meningkatnya popularitas Pokemon Go! berbanding lurus dengan meningkatnya kriminalitas dan keadaan yang berbahaya bagi pemainnya. Kadangkala kita terlalu seru bermain sampai lupa keadaan sekitar dan hal ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan tindak kejahatan. Pelaku pasti sudah mengincar orang-orang yang bermain di tempat seperti di Poke Stops maupun gym. Terutama yang ada Lure Module-nya. Karena disitulah banyak orang yang berkumpul.

Ada satu kejadian yang memang benar disaksikan secara langsung oleh adik. Di saat dia mau ke Poke Stops yang cukup jauh dari rumah (harus sepedaan dulu, niat juga dia ahhaa) persis di depannya sebelum sampai ada remaja yang dirampok ponselnya saat main Pokemon. Otomatis adik gue langsung cabut dengan kekuatan penuh dan gak mau main Pokemon keluar komplek. 

Resenya dia bilang "Di belakang rumah banyak Eevee, lho" sedangkan gue dikos susahnyaaa minta ampun dapet Eevee. Tapi, enaknya sebelah kosan itu Poke Stop dan bisa keakses dari kamar kos *devil laugh*


Jadi...
Sebenarnya setiap game pasti mempunyai dampak postif maupun negatif. Banyak juga kok dampak postif dari Pokemon Go! Orang jadi lebih banyak keluar rumah dan banyak gerak biar lebih sehat. Bahkan ada yang dapet jodoh. Hemmm  -.-

Berbahaya atau tidaknya suatu game sebenarnya bisa dikontrol oleh diri kita sendiri selaku pemainnya. Asal kita tau batas-batasnya tentu kita pun bisa menikmati serunya bermain game tanpa rasa khawatir. Yang paling penting harus ingat waktu! Jangan sampai tugas maupun pekerjaan kita menjadi terlantar :)



Yap!
Sampai disini dulu post kali ini....
Jangan lupa baca yang sebelum-sebelumnya dan feel free to comment!
See ya!
GBU (ˆ▽ˆ)❤





"I see now that the circumstances of one's birth are irrelevant. It is what you do with the gift of life that determines who you are."
- Mewtwo, Takeshi Shudo - 

Sunday, July 10, 2016

Belajar


Haiii semuaa :)
Apa kabar???
Bagaimana liburannya? Hhe....

Post kali ini akan membahas sedikit tentang belajar!
Kenapa belajar?
Karena sebentar lagi liburan sekolah akan usai *kuliah gue juga* aahahha...

Selain itu, selama hidupnya manusia pasti akan selalu belajar. Kalau tidak belajar berarti ia sudah mati. Bukan berarti harus belajar seperti textbook tapi juga hal-hal kecil yang mungkin tidak kita sadari.

Dari kita lahir sampai nanti di penghujung usia selalu ada proses pembelajaran. Sedari kecil kita belajar mulai dari berbicara, berjalan, dll. Mulai dari hal yang sederhana hingga hal yang kompleks. Semua sudah dijalani secara sadar maupun tidak sepanjang perjalanan hidup kita ini.

Tentunya, selama dalam proses pembelajaran tentunya kita pernah melakukan kesalahan yang akan menjadi pengalaman kita. Terlebih lagi sewaktu kita kecil. Kadang kala ada kejadian-kejadian lucu yang bisa menjadi kenangan di kemudian hari.

Dulu sewaktu adik gue masih SD (dibawah kelas 4 SD) saat ulangan ada kejadian yang kocak banget. Mungkin kita seringkali baca di media sosial terkadang ada jawaban ujian anak-anak kecil yang bener-bener out of the box banget dari ekspektasi jawaban yang sebenarnya.

Pas baca ulangan adik gue ada 2 jawaban yang sampai sekarang gue sekeluarga inget yang kira-kira pertanyaannya seperti ini:

Di soal ulangan apa gitu ada soal isian
- Kalau malas belajar nanti . . . .
Dan adik gue jawab jadi tukang becak. Karena dia sering pulang naik becak dan di depan rumah banyak becak ahhaha...

Di ulangan agama ada soal isian juga
- Kalau malas berdoa nanti . . . .
Dan jawabannya jauh lebih absurd. Dia jawab nanti kesurupan! Ahahha. Ini gak tau pengaruh sinetron dari TV atau apa. Soalnya kalau kalian inget dulu sering ada film setan-setan gak jelas di TV. Filmnya kayak yang nangkepin hantu gitu-gitu. Rusak, deh, anak bangsa ahaha...

Cara belajar orang-orang pun berbeda-beda. Ada yang belajarnya:
1. Nyicil dari jauh hari
- buat hafalan yang bahannya gak ngotak 10 bab misalnya dan latihan ujian yang hitungan -.-
2. SKS alias Sistem Kebut Semalam
- terkadang dengan adanya tekanan bisa lebih cepet masuk di otak 
3. Sambil dengerin lagu
- terus yang afal jadi lirik lagunya ahhaha. Bercanda, ye. Tapi beneran ada kok yang memang harus sambil dengerin lagu baru masuk di otak.
4. Sambil mondar-mandir gak jelas
- terutama kalau lagi hafalan udah kaya setrikaan!
5. Sambil makan
- penuhlah itu buku dengan noda dan seringkali fokusnya jadi ke makanan bukan ke belajar ahahaha

Di suatu titik pastinya ada saat dimana kita mungkin merasa sudah tidak mampu lagi untuk belajar. Mungkin karena bahan yang sulit atau terlalu banyak. Namun, sebenarnya di saat seperti itulah kita sedang berkembang dan jika kita berhasil meelwatinya kita sudah meningkatkan kemampuan kita.

Sewaktu semeter pertengahan banyak senior yang bilang kalau semester-semester itulah yang paling susah dan banyak yang "tumbang". Begitu pula hal-nya dengan gue dan temen-temen gue. Kita udah hopeless banget pas ujian. Dosen gak jelas. Bahan gak jelas. Gak tau mau belajar darimana.

Di saat titik terendah tersebut kita merasa bahwa kita sudah tidak mampu lagi. Namun, kenyataan yang terjadi ternyata berkata sebaliknya. Pada akhirnya ternyata kita dapat melewati semua hal tersebut. Sampai terkadang kita pun bingung "kok dulu bisa, ya, kita lewatin semua itu?"



Okeiii....
Sekian post kali ini :)
Jangan lupa manfaatkan liburan kalian selagi masih ada waktu!
Dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah bagi yang merayakan!!!
See, ya di post berikutnya....
GBU (ˆ▽ˆ)





"Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever"
- Mahatma Gandhi - 

Sunday, July 3, 2016

Pelo

Haiii semuaa :)
Apa kabar???
Sudah suasana lebaran, nih, ya....
Pada mudik, kah?

Post kali ini akan membahas sedikit mengenai masa kecil.
Pernah, gak, sih?
Dulu pas sewaktu kecil atau denger anak kecil kalau ngomong suka agak-agak pelo gitu. Kadang belum bisa ngomong "r" atau ngomongnya masih pelafalannya belum tepat?

Maksudnya?
Misalnya seperti mau mengucapkan kata "sakit" menjadi "atit" atau "panas" menjadi "nanas" dan sebagainyaaa~

Terkadang kita mungkin mendengarnya jadi gemas sendiri. Sampai-sampai kita seringkali mungkin menirukan gaya bicara anak kecil untuk lucu-lucuan atau ketika bercanda (terutama bercanda dengan anak kecil juga biasanya begini ahahha).

Tapi...
Ternyata sebenarnya pengucapan kata yang salah tersebut misalnya "atit" tidak boleh dibiasakan jika sedang bercanda dengan anak kecil. Karena pada dasarnya anak kecil biasanya menirukan apa yang dilihat dan didengarnya. Jika pelafalan kita seperti itu, maka mereka pun bisa berasumsi bahwa pengucapan kata tersebut benar.

Dulu, dari pengalaman pribadi dimana gue memiliki adik-adik yang tentunya sewaku kecil belum bisa juga mengucapkan beberapa kata dengan benar. Contohnya seperti: pesawat ~ sesawat dan kulkas ~ kuklas....

Kalau masih kecil mungkin kita menganggapnya sebagai suatu hal yang lucu. Akan tetapi, jika kebiasaan ini terbawa sampai ke jenjang yang lebih dewasa tentunya kita menjadi "gemas" ketika mendengarnya. Pada kenyataannya memang ada beberapa orang yang seperti itu. Temen gue dulu gak bisa ngomong "kecebong". Dia selalu melafalkannya "kebongce" dan terakhir sampai sekitar SMP masih belum bisa --"

Jadi....
Jangan membiasakan sesuatu yang memang salah. Karena nantinya bisa membawa dampak yang buruk bagi diri sendiri maupun sesama di luar sana ahahaahha *gajelas*



Sooo...
Sekian post kali ini....
Semoga bisa menghibur dan menghilangkan rasa bosan ahahaha.
See ya!
GBU  (ˆ▽ˆ)





"You can learn many things from children. How much patience you have, for instance"
- Franklin P. Jones - 

Friday, June 24, 2016

Dilema Anak Kos


Haiii semuaaa (ˆ▽ˆ)
Gimana keadaannya?
Karena cuaca yang sedang tak menentu mempengaruhi kondisi fisik sebagian orang....

Post kali ini akan membahas mengenai dilema yang terkadang dirasakan oleh anak kos ketika memasak!

Mungkin tidak di semua kosan ada dapurnya yang memungkinkan kita untuk memasak. Kebetulan di kos gue yang dulu dan sekarang ada dapurnya. Jadi, kalau laper gak harus masak mi instan di rice cooker *ada yang pernah coba?*

Laper? Pengen masak? Tapi males --"

Terkadang kita merasa lapar tetapi sungguh malas untuk meranjakkan kaki ke dapur untuk memasak. Yang bikin malas gak lain dan gak bukan nyuci perabotan masaknya yang segambreng. Mau masak dikit atau banyak pasti tetep aja harus yang dicuci banyak. Kecuali masak air ya, heehehe....

Laper? Pengen masak? Tapi gak ada bahan!

Udah ada niatnya, nih, mau masak! Tapi ternyata bahan-bahan yang dibutuhin gak ada. Kalau di sekitar kosan ada pasar atau minimarket, sih, gak apa-apa, ya. Kalau gak ada? Batal semua resep yang hendak dipraktekkan di dapur kos milik anda :(

Laper? Pengen masak? Kompor gamau berkompromi --"

Sebenernya ini sempat di bahas di post "Kisah Sengsara Anak in da kos" dimana saat mau masak lebih parahnya pas masak, gas kompornya h.a.b.i.s.  BAM! Selesai sudah ahahaha...

Laper? Pengen masak? Tapi alat tak memadai....

Ketika masak, tentunya membutuhkan berbagai macam peralatan perabotan untuk berperang di dapur (aka pisau, sodet, panci, dkk.). Sayangnya, tidak semua ibu kosan sebaik itu menyediakan semua yang dibutuhkan. Syukur-syukur udah dikasih dapur ahaha. Solusinya adalah kalian harus beli atau bawa sendiri dari rumah.

Pernah ada kejadian di kosan dimana gue dan temen gue pengen makan sop di tengah hujan di malam hari yang dingin *apadah*
Tapi, panci yang ada di kosan itu panci kecil unyu gitu. Alhasil, sop yang kami buat tidak seperti sop pada biasanya. Kenapa? Karena dimana-mana sop itu lebih banyak kuah daripada isi sopnya. Tapi kita kebalikannya. Sop kebanyakan isi yeah! Gapapa, masih bisa dan enak dimakan yang penting :D

Laper? Pengen masak? Tapi gak ada yang makan (?)

Percayalah (kasih cinta tak harus memiliki).... Bercanda, ya :P
Tapi beneran yang satu ini kasusnya. Yang dimaksud gak ada yang makan itu selain diri kita sendiri. Sudah berkali-kali gue pribadi masak untuk diri gue sendiri. Hasilnya? Selaluuuu kebanyakan! 

Perasaan porsinya udah dikurangi sedemikian rupa. Namun sayang, semua itu gagal. Mau masak untuk dimakan sendiri porsinya bisa untuk dua orang. Gak aada yang makan masakan itu selain kita sendiri. Jadi, makan pagi, siang, dan malam dengan menu yang sama. Mantab (y)

Laper? Pengen masak? Tapi gak bisa masak?

Tenanggg semua wahai anak kosan yang tidak bisa masak....
Seiring berjalannya waktu kalian akan bisa kok! Coba-coba sendiri aja dan jangan takut untuk mencoba resep baru entah dari mana pun itu. Kalau soal rasa, yaaa, yang penting bisa kemakan dan sesuai selera diri sendiri bolelahhh. Belajar aja mulai dari yang gampang-gampang. Bisa tanya temen, nonton youtube, ataupun yang paling ampuh, tanya ortu kalian yang biasa masak di rumah :)

Laper? Pengen masak? Tapi baper </3

Masak ini? Keinget doi...
Masak itu? Keinget doi juga...
*masaknya sambil nangis inget mantan*
Makannya jangan sering-sering masak buat si doi nanti segala masakan kalian inget dia terus jadi baperan terus #eh



Okeee...
Sekian dulu post kali ini....
Semoga bisa menghibur dan jangan baper ya ehhehe. See you di post selanjutnya dan jangan lupa baca yang sebelum-sebelumnya :)
See ya!
GBU 

PS: yang terakhir itu bercanda, ya, yang baper itu nggak ada kok 0:)





"The only real stumbling block is fear of failure. In cooking you've got to have a what-the-hell attitude"
- Julia Child - 



Saturday, June 18, 2016

Puasa


Haiii semua :)
Bagaimana kabarnya???
Post kali ini berhubungan dengan situasi yang sedang hits sekarang, yaitu puasa!

Puasa. Sebenarnya tidak hanya umat Islami yang berpuasa melainkan juga dengan umat Kristiani. Meskipun mempunyai rentang waktu dan cara berpuasa yang berbeda tidak perlu dipermasalahkan. Seseorang berpuasa pasti mempunyai tujuan baik di balik itu semua. Bukan puasa untuk diet juga ya ehehhe :P

Akhir-akhir ini sedang hits banget di berita nasional mengenai warung makan yang dirazia beroperasi ketika siang hari dikarenakan adanya umat yang berpuasa. Hal yang mungkin kita tidak disadari di sekitar kita ini ternyata bisa mendapat tanggapan netizen berskala nasional. Ada tanggapan negatif, ada juga tanggapan postif. Tergantung dari sudut pandang kita melihat kejadian ini.

Sebenarnya, gue pribadi sangat mengenal peristiwa ini sedari saya kecil. Kenapa? Kok bisa? Tidak lain dan tak dapat dipungkiri daerah tersebut masih sedaerah dengan tempat tinggal gue. Awalnya cukup terkejut kenapa bisa sampai kasus ini bisa masuk berita. Lebih herannya lagi sebenarnya. Kenapa baru masuk berita sekarang? 

Terkadang, gue sendiri bingung dengan pemberitaan di negara ini. Seringkali kasus-kasus kecil yang menjadi viral dan hebih untuk "menggantikan" atau mengalihakan fokus masyarakat terhadap kasus yang lebih besar permasalahannya. Banyak berita yang gue dulu ikuti sampai sekarang gak tau ending nya kasus itu jadi seperti apa. Tau-tau hanya menghilang.

Oke udah out of topic. Kali ini bukan mengenai pemberitaan yang ada. Melainkan, sebenarnya apa, sih, makna puasa bagi beberapa orang? Menanggapi kasus razia pedagang makanan diatas, benarkah itu solusi terbaik?

Kebetulan gue dan temen gue ada kejadian yang cukup menarik yang menurut kita bisa di share ke teman-teman sekalian. Waktu itu, kami pergi ke suatu tempat dengan menggunakan kendaraan yang bisa dipesan secara online *tau lah ya apa ehhehe*

Singkat cerita, hari masih siang sekitar pukul satu siang. Sepanjang perjalanan, supir kendaraan menelepon tiada henti dari satu orang ke orang lain. Kami juga bingung ini orang kok gak selesai-selesai teleponan ahhaha. Yang membuat kita cukup terkejut bukan karena dia menelepon. Tapi, topik pembicaraannya.

Kami tahu dari namanya, supir itu seharusnya sedang berpuasa. Tapi, dia telepon temannya untuk makan! Kami sontak kaget dan saling pandang-pandangan. Di telepon sang supir mengajak rekan sesama supir untuk makan dan (mohon maaf) berkata untuk apa puasa. Ya, kita di mobil cuma bisa duduk diam membisu.

- Selesai Cerita Sang Supir Pertama aka si A -

Saat hendak pulang, kami juga memesan kendaraan. Kali ini jam sudah menunjukkan pukul lima sore menuju ke setengah enam. Kami sudah takut tidak ada yang ambil orderan karena sudah mendekati waktu berbuka puasa. Ehh, ternyata masih ada yang berbaik hati! Kami pun bisa pulang ><

Awal cerita agak mirip dengan si A. Sepanjang perjalanan supir ini (sebut saja namanya si B) tiada hentinya berkomunikasi dengan rekan sejawatnya. Bedanya, dia pakai voice notes. Dari percakapan yang kami dengar (karena di loudspeaker) mereka sedang membicarakan akan buka puasa dimana dan kurang lebih seperti ini percakapan gue dan si B:

B   : *rekam vn* "Ia nanti kita buka puasa dimana nih? Sisain takjilnya buat gue satu ya! Masi ambil order, nih."
Gue : "Ohh, puasa ya, Bang? Seru banget kayaknya ngobrolnya. Kalau boleh tau itu sama siapa gitu bang?"
B     : "Puasa, dong, mbak! Ini di grup sesama supir lagi pada mau buka puasa bareng nanti hehehe"
Gue  : "Semangat loh bang! Tinggal sebentar lagi kok ehhe"
B    : "Bener, mbak. Alhamdulilah, saya puasanya belum pernah bolong sedari kecil. Soalnya, sekali bolong pasti nanti keterusan. Banyak itu temen-temen saya (sesama supir) yang ajak saya makan. Daripada saya deket-deket mereka mendingan narik order"
Gue  : "Wah, hebat ya si abang. Kok bisa, sih?"
B      : "Yaa, yang penting imannya, mbak. Kalau sudah mengimani puasana mau ada godaan gimana, pun, pasti bisa aja dilewatinnya"

- Selesai cerita Sang Supir Kedua aka si B - 

Setelah sampai di tujuan, gue dan temen gue saling pandang-pandangan lagi. Gak, disangka, ya dalam satu hari ini bisaaa aja ketemu irang yang bener-bener kontras banget ibarat langit dan bumi. Dan ternyata memang orang-orang seperti mereka pasti ada di luar sana yang mungkin kita tidak ketahui.

Gue pribadi sangat terkesan dengan Supir B yang sangat berdedikasi dalam menjalankan puasanya. Memang benar. Jika sudah niat dan iman kita kuat, godaan seperti apa pun dapat dilewati. Jika Supir B saja bisa, pasti kita semua juga bisa melewati godaan yang ada. Bukan mainnya sita-sitaan aja. No offense, ya....



Sekian post kali ini dan post ini sama sekali tidak bermaksud pihak manapun. Hanya untuk sekedar sharing saja :)
Tetep semangat bagi yang sedang menjalankan puasanya!
Kalian pasti bisa!
See ya!
GBU 





"Whether you think you can, or you think you can't - you're right"
- Henry Ford - 

Sunday, June 12, 2016

Setan!


Hai semuaaa :)
Post kali ini akan membahas sedikit mengenai film horor untuk menyambut dirilisnya film The Conjuring 2 di layar lebar aahahha...

Terkadang, gue bingung sama orang yang sukkaaaaa banget sama yang namanya film horor ataupun yang bergenre thriller hemm...
Secara gue pribadi sangat. tidak. bisa. dan. tida. mau. nonton film begituan. Meskipun sempat beberapa kali nonton karena "dipaksa" dan ada juga, sih, yang karena penasaran sama alur ceritanya. 

Gue sempet tanya ke beberapa orang temen gue yang suka film horor alasan mereka suka sama film bergenre ini. Sebagian besar bilang karena seru aja! Gada alasan khusus dan kepuasannya tidak bisa dideskripsikan oleh kata-kata. Itu pendapat mereka. Gue gak habis pikir serunya mereka itu butuh adrenalin yang sangat tinggi, ya! Err  --"

Kalau gue yang ada di dalam sport jantung, panik gajelas, muka setannya kebayang-bayang terus, dan, dan, dan, sudah abaikan saja. Yang jelas big no NO! lah sama film macam beginian ahahaha...

Tapi....
Apa tidak bisa dipungkiri kalau di kosan tentunya ada anak kosan yang "suka" sama film horor. Walaupun gak suka filmnya, terkadang teteppp aja ada yang suka ceritain cerita serem ke sesama anak kosan. Alhasil, satu kosa jadi pada was-was dan ketakutan!

Hal-hal yang seringkali terjadi "pasca" nonton atau denger cerita serem di kos-kosan, yaitu:

1. Gak Bisa Tidur

Oke. Ini lazim, lah, ya. Kalau ketakutan akan sesuatu pastinya beberapa orang tidak bisa tidur. Karena terbayang terus menerus sama film ataupun cerita horor tersebut.

2. Migrasi ke Kamar Temen

Ini adalah efek dari gak bisa tidur yang di atas. Kalau di kos-kosan tentunya satu kamar untuk satu orang alias sendirian. Nah, temen gue dulu yang kamarnya paling gede (ada kamar mandi di dalam) super ketakutan. Setiap aksi ada reaksi tentunya. Akhirnya, dia pun mengungsi ke kamar lain untuk tidur barengan karena ketakutan.

3. Khayalan Tingkat Tinggi

Karena udah ketakutan, pikiran kadang gak mau diajak kompromi. Setiap ada suara atau sesuatu yang menurut kita aneh (tapi sebelumnya mah biasa-biasa aja) membuat kita panik sendiri. Misalnya tiba-tiba denger suara cicak aja udah kepikiran yang aneh-aneh. Pikiran inilah yang terkadang membuat kita semakin takut dengan situasi yang ada.


Disaat semua orang ketakutan, sebenarnya ada kejadian-kejadian seru kalau cerita horor atau nonton film horor di kosan. Nonton bareng-bareng pastinya kaget bareng-bareng. Tapi, justru ada yang kaget bukan karena ceritanya melainkan karena temen yang di sampingnya teriak! Jadi, ikutan teriak.

Kalau ketakutan, ujung-ujungnya semua tidur barengan. Desek-desekan. Tapi, nanti udah beberapa waktu pas mau tidur adaaa ajaa yang bahas-bahas cerita itu lagi. Alhasil jadi ada yang panik gara-gara keinget sama ceritanya. Terus gak jadi tidur. Terus gakk tidur. Malah ngegosip hahahha (ˆ▽ˆ)



Nah, bagaimana pengalaman kalian kalau nonton atau denger cerita horor???
Feel free to share ya di komen di bawah :)
Sekian post kali ini. Ditunggu, yaaa yang berikut-berikutnya....
See ya! and as always, 
GBU 





"It's takes courage to grow up and become who you really are"
- E.E. Cummings - 

Sunday, June 5, 2016

Zzz...


Hai semua *hoam*


Untuk memulai post kali ini mari "nguap" bersama ahhaa.
Post kali ini berhubungan dengan tidur di samping post yang dulu tentang Insomnia. Kalau ada yang lupa atau belum baca, monggo dibaca dulu disini :)

Membahas mengenai tidur. Sering, gak, sih kalian terkadang kalau bisa tidurrr lamaaa banget tapi bangun-bagun badan lelah, letih, lesu. Di sisi lain, ada kesempatan untuk tidur cuma sebentar tapi pas bangun kok rasanya seger? Semangat gitu?

Secara garis besar, tidur pada manusia dibagi menjadi tipe REM (Rapid Eye Movement) dan non-REM. Satu siklus tidur rata-rata memerlukan waktu 90 menit, dimulai dari fase 1 (fase tidur dangkal) hingga melewati fase 4 yang lebih dalam, kemudian berlanjur ke tahap REM saat timbul mimpi. Masing-masing tahapan tidur ini penting untuk kualitas hidup seseorang terutama pada tahap REM dan fase tidur dalam. (Dikutip dari dr. Salma Oktaria)

"Lamanya waktu tidur tidak berbanding lurus dengan kualitas tidur yang kita miliki."


Selain mengenai kualitas tidur yang harus kita miliki. Terkadang kita saat sudah enak-enak berbaring diatas kasur kita dengan nyamannya tiba-tiba kita merasa seperti terjatuh! Seolah-olah terjatuh entah dari tebing atau jatuh tanpa sebab. Alhasil biasanya kalau gue pribadi jadi terbangun padahal udah mau tidur --"


Pada awalnya peristiwa ini gue anggap maklum-maklum saja. Mungkin karena kaget atau bagaimana. Maklum dulu masih kecil jadi, ya, menerima semua apa adanya saja. Bukan ada apanya ahaha.

Cerita punya cerita. Pas lagi ketemuan sama temen yang lagi kuliah di biang kedokteran. Ternyata kejadian ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Wow. Takjub gue pas tau ternyata itu ada penjelasannya kenapa bisa terjadi seperti itu *kuper*

Hypnagogic Jerk
Itu merupakan istilah untuk perasaan dimana secara tiba-tiba tubuh serasa seperti jatuh ketika hendak tidur. Konon katanya fenomena ini bisa terjadi ketika tubuh kita merasa terlalu lelah. Akibatnya fase tidur menjadi tidak wajar. 

Atau ada juga mungkin yang merasa kalau badannya menjadi tidak bisa digerakkan yang seringkali disebut juga sebagai "ketindihan". Hal itu terjadi karena adanya fase tidur yang terlewati. Seperti seharusnya melewati fase pertama namun langsung masuk ke fase REM. Hal ini membuat tubuh menjadi kaget sehingga tidak dapat bergerak.

Hal unik lainnya yang masih dipertanyakan bagi diri gue sendiri. Menurut gue pribadii, ada dua tipe orang tidur:

Orang yang tidurnya diem

Orang ini dari saat dia terlelap sampaiii bangun di pagi hari. Posisi tidurnya sama persis! Gak berubah sedikitpun. Selimutnya saja tidak ada tanda-tanda tersingkap sama sekali. Ini adalah salah satu hal yang membuat gue bingung. Kok bisa, ya? Adakah orang lain di luar sana yang seperti ini? Soalnya gue lihat sendiri sepupu gue yang tidurnya begini. Tidurnya rapiii banget. 

Orang yang tidurnya "geradakan"
Maksudnya geradakan itu berantakan, ya, guys! Hehehe....
Orang yang tidurnya seperti ini dari pertama tidur sampai bangun pastinya ubah-ubah posisi untuk ke-sekian-kalinya. Bahkan ekstremnya bisa semua barang yang ada di atas kasur bisa berguguran di lantai sampai semua seprei kasur pun bisa lepas!

Hayooo....
Kalau kalian yang mana???
Hehehe :P



Sekian dulu, ya post kali ini....
Semoga bisa menghibur dan bermanfaat
Yuk, mariii boleh dikomen di bawah feel free aja :D
See, ya!
GBU 





"You know you're in love when you can't fall asleep because reality is finally better than  your dreams"
- Dr. Seuss -