Friday, June 24, 2016

Dilema Anak Kos


Haiii semuaaa (ˆ▽ˆ)
Gimana keadaannya?
Karena cuaca yang sedang tak menentu mempengaruhi kondisi fisik sebagian orang....

Post kali ini akan membahas mengenai dilema yang terkadang dirasakan oleh anak kos ketika memasak!

Mungkin tidak di semua kosan ada dapurnya yang memungkinkan kita untuk memasak. Kebetulan di kos gue yang dulu dan sekarang ada dapurnya. Jadi, kalau laper gak harus masak mi instan di rice cooker *ada yang pernah coba?*

Laper? Pengen masak? Tapi males --"

Terkadang kita merasa lapar tetapi sungguh malas untuk meranjakkan kaki ke dapur untuk memasak. Yang bikin malas gak lain dan gak bukan nyuci perabotan masaknya yang segambreng. Mau masak dikit atau banyak pasti tetep aja harus yang dicuci banyak. Kecuali masak air ya, heehehe....

Laper? Pengen masak? Tapi gak ada bahan!

Udah ada niatnya, nih, mau masak! Tapi ternyata bahan-bahan yang dibutuhin gak ada. Kalau di sekitar kosan ada pasar atau minimarket, sih, gak apa-apa, ya. Kalau gak ada? Batal semua resep yang hendak dipraktekkan di dapur kos milik anda :(

Laper? Pengen masak? Kompor gamau berkompromi --"

Sebenernya ini sempat di bahas di post "Kisah Sengsara Anak in da kos" dimana saat mau masak lebih parahnya pas masak, gas kompornya h.a.b.i.s.  BAM! Selesai sudah ahahaha...

Laper? Pengen masak? Tapi alat tak memadai....

Ketika masak, tentunya membutuhkan berbagai macam peralatan perabotan untuk berperang di dapur (aka pisau, sodet, panci, dkk.). Sayangnya, tidak semua ibu kosan sebaik itu menyediakan semua yang dibutuhkan. Syukur-syukur udah dikasih dapur ahaha. Solusinya adalah kalian harus beli atau bawa sendiri dari rumah.

Pernah ada kejadian di kosan dimana gue dan temen gue pengen makan sop di tengah hujan di malam hari yang dingin *apadah*
Tapi, panci yang ada di kosan itu panci kecil unyu gitu. Alhasil, sop yang kami buat tidak seperti sop pada biasanya. Kenapa? Karena dimana-mana sop itu lebih banyak kuah daripada isi sopnya. Tapi kita kebalikannya. Sop kebanyakan isi yeah! Gapapa, masih bisa dan enak dimakan yang penting :D

Laper? Pengen masak? Tapi gak ada yang makan (?)

Percayalah (kasih cinta tak harus memiliki).... Bercanda, ya :P
Tapi beneran yang satu ini kasusnya. Yang dimaksud gak ada yang makan itu selain diri kita sendiri. Sudah berkali-kali gue pribadi masak untuk diri gue sendiri. Hasilnya? Selaluuuu kebanyakan! 

Perasaan porsinya udah dikurangi sedemikian rupa. Namun sayang, semua itu gagal. Mau masak untuk dimakan sendiri porsinya bisa untuk dua orang. Gak aada yang makan masakan itu selain kita sendiri. Jadi, makan pagi, siang, dan malam dengan menu yang sama. Mantab (y)

Laper? Pengen masak? Tapi gak bisa masak?

Tenanggg semua wahai anak kosan yang tidak bisa masak....
Seiring berjalannya waktu kalian akan bisa kok! Coba-coba sendiri aja dan jangan takut untuk mencoba resep baru entah dari mana pun itu. Kalau soal rasa, yaaa, yang penting bisa kemakan dan sesuai selera diri sendiri bolelahhh. Belajar aja mulai dari yang gampang-gampang. Bisa tanya temen, nonton youtube, ataupun yang paling ampuh, tanya ortu kalian yang biasa masak di rumah :)

Laper? Pengen masak? Tapi baper </3

Masak ini? Keinget doi...
Masak itu? Keinget doi juga...
*masaknya sambil nangis inget mantan*
Makannya jangan sering-sering masak buat si doi nanti segala masakan kalian inget dia terus jadi baperan terus #eh



Okeee...
Sekian dulu post kali ini....
Semoga bisa menghibur dan jangan baper ya ehhehe. See you di post selanjutnya dan jangan lupa baca yang sebelum-sebelumnya :)
See ya!
GBU 

PS: yang terakhir itu bercanda, ya, yang baper itu nggak ada kok 0:)





"The only real stumbling block is fear of failure. In cooking you've got to have a what-the-hell attitude"
- Julia Child - 



Saturday, June 18, 2016

Puasa


Haiii semua :)
Bagaimana kabarnya???
Post kali ini berhubungan dengan situasi yang sedang hits sekarang, yaitu puasa!

Puasa. Sebenarnya tidak hanya umat Islami yang berpuasa melainkan juga dengan umat Kristiani. Meskipun mempunyai rentang waktu dan cara berpuasa yang berbeda tidak perlu dipermasalahkan. Seseorang berpuasa pasti mempunyai tujuan baik di balik itu semua. Bukan puasa untuk diet juga ya ehehhe :P

Akhir-akhir ini sedang hits banget di berita nasional mengenai warung makan yang dirazia beroperasi ketika siang hari dikarenakan adanya umat yang berpuasa. Hal yang mungkin kita tidak disadari di sekitar kita ini ternyata bisa mendapat tanggapan netizen berskala nasional. Ada tanggapan negatif, ada juga tanggapan postif. Tergantung dari sudut pandang kita melihat kejadian ini.

Sebenarnya, gue pribadi sangat mengenal peristiwa ini sedari saya kecil. Kenapa? Kok bisa? Tidak lain dan tak dapat dipungkiri daerah tersebut masih sedaerah dengan tempat tinggal gue. Awalnya cukup terkejut kenapa bisa sampai kasus ini bisa masuk berita. Lebih herannya lagi sebenarnya. Kenapa baru masuk berita sekarang? 

Terkadang, gue sendiri bingung dengan pemberitaan di negara ini. Seringkali kasus-kasus kecil yang menjadi viral dan hebih untuk "menggantikan" atau mengalihakan fokus masyarakat terhadap kasus yang lebih besar permasalahannya. Banyak berita yang gue dulu ikuti sampai sekarang gak tau ending nya kasus itu jadi seperti apa. Tau-tau hanya menghilang.

Oke udah out of topic. Kali ini bukan mengenai pemberitaan yang ada. Melainkan, sebenarnya apa, sih, makna puasa bagi beberapa orang? Menanggapi kasus razia pedagang makanan diatas, benarkah itu solusi terbaik?

Kebetulan gue dan temen gue ada kejadian yang cukup menarik yang menurut kita bisa di share ke teman-teman sekalian. Waktu itu, kami pergi ke suatu tempat dengan menggunakan kendaraan yang bisa dipesan secara online *tau lah ya apa ehhehe*

Singkat cerita, hari masih siang sekitar pukul satu siang. Sepanjang perjalanan, supir kendaraan menelepon tiada henti dari satu orang ke orang lain. Kami juga bingung ini orang kok gak selesai-selesai teleponan ahhaha. Yang membuat kita cukup terkejut bukan karena dia menelepon. Tapi, topik pembicaraannya.

Kami tahu dari namanya, supir itu seharusnya sedang berpuasa. Tapi, dia telepon temannya untuk makan! Kami sontak kaget dan saling pandang-pandangan. Di telepon sang supir mengajak rekan sesama supir untuk makan dan (mohon maaf) berkata untuk apa puasa. Ya, kita di mobil cuma bisa duduk diam membisu.

- Selesai Cerita Sang Supir Pertama aka si A -

Saat hendak pulang, kami juga memesan kendaraan. Kali ini jam sudah menunjukkan pukul lima sore menuju ke setengah enam. Kami sudah takut tidak ada yang ambil orderan karena sudah mendekati waktu berbuka puasa. Ehh, ternyata masih ada yang berbaik hati! Kami pun bisa pulang ><

Awal cerita agak mirip dengan si A. Sepanjang perjalanan supir ini (sebut saja namanya si B) tiada hentinya berkomunikasi dengan rekan sejawatnya. Bedanya, dia pakai voice notes. Dari percakapan yang kami dengar (karena di loudspeaker) mereka sedang membicarakan akan buka puasa dimana dan kurang lebih seperti ini percakapan gue dan si B:

B   : *rekam vn* "Ia nanti kita buka puasa dimana nih? Sisain takjilnya buat gue satu ya! Masi ambil order, nih."
Gue : "Ohh, puasa ya, Bang? Seru banget kayaknya ngobrolnya. Kalau boleh tau itu sama siapa gitu bang?"
B     : "Puasa, dong, mbak! Ini di grup sesama supir lagi pada mau buka puasa bareng nanti hehehe"
Gue  : "Semangat loh bang! Tinggal sebentar lagi kok ehhe"
B    : "Bener, mbak. Alhamdulilah, saya puasanya belum pernah bolong sedari kecil. Soalnya, sekali bolong pasti nanti keterusan. Banyak itu temen-temen saya (sesama supir) yang ajak saya makan. Daripada saya deket-deket mereka mendingan narik order"
Gue  : "Wah, hebat ya si abang. Kok bisa, sih?"
B      : "Yaa, yang penting imannya, mbak. Kalau sudah mengimani puasana mau ada godaan gimana, pun, pasti bisa aja dilewatinnya"

- Selesai cerita Sang Supir Kedua aka si B - 

Setelah sampai di tujuan, gue dan temen gue saling pandang-pandangan lagi. Gak, disangka, ya dalam satu hari ini bisaaa aja ketemu irang yang bener-bener kontras banget ibarat langit dan bumi. Dan ternyata memang orang-orang seperti mereka pasti ada di luar sana yang mungkin kita tidak ketahui.

Gue pribadi sangat terkesan dengan Supir B yang sangat berdedikasi dalam menjalankan puasanya. Memang benar. Jika sudah niat dan iman kita kuat, godaan seperti apa pun dapat dilewati. Jika Supir B saja bisa, pasti kita semua juga bisa melewati godaan yang ada. Bukan mainnya sita-sitaan aja. No offense, ya....



Sekian post kali ini dan post ini sama sekali tidak bermaksud pihak manapun. Hanya untuk sekedar sharing saja :)
Tetep semangat bagi yang sedang menjalankan puasanya!
Kalian pasti bisa!
See ya!
GBU 





"Whether you think you can, or you think you can't - you're right"
- Henry Ford - 

Sunday, June 12, 2016

Setan!


Hai semuaaa :)
Post kali ini akan membahas sedikit mengenai film horor untuk menyambut dirilisnya film The Conjuring 2 di layar lebar aahahha...

Terkadang, gue bingung sama orang yang sukkaaaaa banget sama yang namanya film horor ataupun yang bergenre thriller hemm...
Secara gue pribadi sangat. tidak. bisa. dan. tida. mau. nonton film begituan. Meskipun sempat beberapa kali nonton karena "dipaksa" dan ada juga, sih, yang karena penasaran sama alur ceritanya. 

Gue sempet tanya ke beberapa orang temen gue yang suka film horor alasan mereka suka sama film bergenre ini. Sebagian besar bilang karena seru aja! Gada alasan khusus dan kepuasannya tidak bisa dideskripsikan oleh kata-kata. Itu pendapat mereka. Gue gak habis pikir serunya mereka itu butuh adrenalin yang sangat tinggi, ya! Err  --"

Kalau gue yang ada di dalam sport jantung, panik gajelas, muka setannya kebayang-bayang terus, dan, dan, dan, sudah abaikan saja. Yang jelas big no NO! lah sama film macam beginian ahahaha...

Tapi....
Apa tidak bisa dipungkiri kalau di kosan tentunya ada anak kosan yang "suka" sama film horor. Walaupun gak suka filmnya, terkadang teteppp aja ada yang suka ceritain cerita serem ke sesama anak kosan. Alhasil, satu kosa jadi pada was-was dan ketakutan!

Hal-hal yang seringkali terjadi "pasca" nonton atau denger cerita serem di kos-kosan, yaitu:

1. Gak Bisa Tidur

Oke. Ini lazim, lah, ya. Kalau ketakutan akan sesuatu pastinya beberapa orang tidak bisa tidur. Karena terbayang terus menerus sama film ataupun cerita horor tersebut.

2. Migrasi ke Kamar Temen

Ini adalah efek dari gak bisa tidur yang di atas. Kalau di kos-kosan tentunya satu kamar untuk satu orang alias sendirian. Nah, temen gue dulu yang kamarnya paling gede (ada kamar mandi di dalam) super ketakutan. Setiap aksi ada reaksi tentunya. Akhirnya, dia pun mengungsi ke kamar lain untuk tidur barengan karena ketakutan.

3. Khayalan Tingkat Tinggi

Karena udah ketakutan, pikiran kadang gak mau diajak kompromi. Setiap ada suara atau sesuatu yang menurut kita aneh (tapi sebelumnya mah biasa-biasa aja) membuat kita panik sendiri. Misalnya tiba-tiba denger suara cicak aja udah kepikiran yang aneh-aneh. Pikiran inilah yang terkadang membuat kita semakin takut dengan situasi yang ada.


Disaat semua orang ketakutan, sebenarnya ada kejadian-kejadian seru kalau cerita horor atau nonton film horor di kosan. Nonton bareng-bareng pastinya kaget bareng-bareng. Tapi, justru ada yang kaget bukan karena ceritanya melainkan karena temen yang di sampingnya teriak! Jadi, ikutan teriak.

Kalau ketakutan, ujung-ujungnya semua tidur barengan. Desek-desekan. Tapi, nanti udah beberapa waktu pas mau tidur adaaa ajaa yang bahas-bahas cerita itu lagi. Alhasil jadi ada yang panik gara-gara keinget sama ceritanya. Terus gak jadi tidur. Terus gakk tidur. Malah ngegosip hahahha (ˆ▽ˆ)



Nah, bagaimana pengalaman kalian kalau nonton atau denger cerita horor???
Feel free to share ya di komen di bawah :)
Sekian post kali ini. Ditunggu, yaaa yang berikut-berikutnya....
See ya! and as always, 
GBU 





"It's takes courage to grow up and become who you really are"
- E.E. Cummings - 

Sunday, June 5, 2016

Zzz...


Hai semua *hoam*


Untuk memulai post kali ini mari "nguap" bersama ahhaa.
Post kali ini berhubungan dengan tidur di samping post yang dulu tentang Insomnia. Kalau ada yang lupa atau belum baca, monggo dibaca dulu disini :)

Membahas mengenai tidur. Sering, gak, sih kalian terkadang kalau bisa tidurrr lamaaa banget tapi bangun-bagun badan lelah, letih, lesu. Di sisi lain, ada kesempatan untuk tidur cuma sebentar tapi pas bangun kok rasanya seger? Semangat gitu?

Secara garis besar, tidur pada manusia dibagi menjadi tipe REM (Rapid Eye Movement) dan non-REM. Satu siklus tidur rata-rata memerlukan waktu 90 menit, dimulai dari fase 1 (fase tidur dangkal) hingga melewati fase 4 yang lebih dalam, kemudian berlanjur ke tahap REM saat timbul mimpi. Masing-masing tahapan tidur ini penting untuk kualitas hidup seseorang terutama pada tahap REM dan fase tidur dalam. (Dikutip dari dr. Salma Oktaria)

"Lamanya waktu tidur tidak berbanding lurus dengan kualitas tidur yang kita miliki."


Selain mengenai kualitas tidur yang harus kita miliki. Terkadang kita saat sudah enak-enak berbaring diatas kasur kita dengan nyamannya tiba-tiba kita merasa seperti terjatuh! Seolah-olah terjatuh entah dari tebing atau jatuh tanpa sebab. Alhasil biasanya kalau gue pribadi jadi terbangun padahal udah mau tidur --"


Pada awalnya peristiwa ini gue anggap maklum-maklum saja. Mungkin karena kaget atau bagaimana. Maklum dulu masih kecil jadi, ya, menerima semua apa adanya saja. Bukan ada apanya ahaha.

Cerita punya cerita. Pas lagi ketemuan sama temen yang lagi kuliah di biang kedokteran. Ternyata kejadian ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Wow. Takjub gue pas tau ternyata itu ada penjelasannya kenapa bisa terjadi seperti itu *kuper*

Hypnagogic Jerk
Itu merupakan istilah untuk perasaan dimana secara tiba-tiba tubuh serasa seperti jatuh ketika hendak tidur. Konon katanya fenomena ini bisa terjadi ketika tubuh kita merasa terlalu lelah. Akibatnya fase tidur menjadi tidak wajar. 

Atau ada juga mungkin yang merasa kalau badannya menjadi tidak bisa digerakkan yang seringkali disebut juga sebagai "ketindihan". Hal itu terjadi karena adanya fase tidur yang terlewati. Seperti seharusnya melewati fase pertama namun langsung masuk ke fase REM. Hal ini membuat tubuh menjadi kaget sehingga tidak dapat bergerak.

Hal unik lainnya yang masih dipertanyakan bagi diri gue sendiri. Menurut gue pribadii, ada dua tipe orang tidur:

Orang yang tidurnya diem

Orang ini dari saat dia terlelap sampaiii bangun di pagi hari. Posisi tidurnya sama persis! Gak berubah sedikitpun. Selimutnya saja tidak ada tanda-tanda tersingkap sama sekali. Ini adalah salah satu hal yang membuat gue bingung. Kok bisa, ya? Adakah orang lain di luar sana yang seperti ini? Soalnya gue lihat sendiri sepupu gue yang tidurnya begini. Tidurnya rapiii banget. 

Orang yang tidurnya "geradakan"
Maksudnya geradakan itu berantakan, ya, guys! Hehehe....
Orang yang tidurnya seperti ini dari pertama tidur sampai bangun pastinya ubah-ubah posisi untuk ke-sekian-kalinya. Bahkan ekstremnya bisa semua barang yang ada di atas kasur bisa berguguran di lantai sampai semua seprei kasur pun bisa lepas!

Hayooo....
Kalau kalian yang mana???
Hehehe :P



Sekian dulu, ya post kali ini....
Semoga bisa menghibur dan bermanfaat
Yuk, mariii boleh dikomen di bawah feel free aja :D
See, ya!
GBU 





"You know you're in love when you can't fall asleep because reality is finally better than  your dreams"
- Dr. Seuss - 



Sunday, May 29, 2016

Kisah Sengsara Anak in da Kos


Halooo semuaa apa kabar (ˆ▽ˆ)
Buat anak kos, mana suaranya??? ehehe....
Topik kali ini akan back to da kos lagi, ya :)

Kisah sengsara anak kos?
Iya! Bener banget!
Kadangkala ada kejadian-kejadian yang mungkin dialami oleh sebagian besar anak kosan. Gak pakai lama-lama, yukk mari kita bahas!

1. Ketika rice cooker bersikap dingin kepada kita

Nasi adalah salah satu komponen penting dalam dunia masak-memasak di dunia anak kos (selain mie instan tentunya). Bisa juga berhemat dengan masak nasi di kos. Nanti tinggal beli lauknya aja. Kalau gada lauk, makan nasi doang pun jadi *miris*

Tentunya di jaman sekarang yang sudah serbab modern ini. Masak nasi tentunya menggunakan rice cooker dong? Iya, gak? Hehehee. 

Tapiii....
Sering gak, sih? Wahaiii anak-anak kos di luar sana. 
Ketika kalian udah kelaperan. Sengaja, kita masak nasi duluan. Udah masak atau beli lauk beres segala macam udah siap. 

Ehhh...
Lupa di "cetek" rice cooker nya! Alhasil itu nasi masih beras, bro!
Sakitnya tuhh disiiniiii *pegangin perut yang laper ahahha*
Sering, gak, sih kejadian kayak gini?

atau

Mau masak nasi  terus mati lampu --"
Nasi belum mateng masi berupa beras. Alhasil harus di"aron".
Masih ada, gak, sih, diantara kalian-kalian yang di luar sana yang "ngaron" beras untuk jadi nasi? Gue seriusan pernah lakuin ini di kosan. Masak nasi yang harusnya cuma sebentar jadiiii sangattt lamaaa oemji!!!

2. Meletus balon "hijau" DOORRR!!!

Pada "ngeh" gak kalian apa yang gue maksud dengan si "hijau"?
Kalau nggak, gak apa-apa kok *elus dada*
Hehehhe bercanda, yaaa....

Yeppp....
Bagi yang tau selamat!!! *apaseh gue ahha*
Si hijau itu tabung gas. Untuk perumpamaan doang, sih. 

Jadii, masih berhubung sama masak-memasak. Di kala memasak paling kesel kala pas baru mau mulai masak atau bahkan pas masak gas kompor abis!!! *jlebbb*

Hal ini sering juga gue rasain dan alhasil nungguin tukang gas itu super duper lama sampaiii perut udah gak bisa diajak kompromi lagi. Jadi, waspadalah-waspadalah jika tabung gas kalian sudah menunjuk ke warna merah.

3. Kulkasmu? Kulkasku juga 0:)

Tiap kosan yang pasti ada satu atau lebih kulkas yang dipakai "bersama". Kalau cuma dipakai barengan mungkin tidak menjadi masalah. Tapi kalau isinya jadi milik bersama? Baru itu kebersamaan yang terlampau jauh melewati batas.

Segala barang yang disimpan di dalam kulkas bisa lenyap begitu saja. Bisa dimakan sama anak kos lain, bisa entah menghilang di balik tumpukkan segala macam isi kulkas, dll. Yang jelas kalau di-"embat" sama anak lain pastinya gak ada yang mau ngaku.

Kulkas pastinya dipakai ramean. 1 kulkas di kosan gue dulu dipakai ber 4-5 sekarang 1 kulkas dipakai ber-7. Kalau semua yang pakainya apik mungkin gak jadi masalah bagi sesama anak kos. Kalau ada yang jorok itu naujubilahhh....

Makanan basi,
Makanan udah jamuran,
Buah dan sayuran yang udah busuk,
dan hal aneh lainnya...

Itu kulkas kalau udah ada benda-benda itu udah, deh. Gak karuan baunya dan bentuk di dalamnya. Terkadang di kosan yang dulu pada gamau ngaku juga itu punya siapaaa. Tobattt, dah....

4. Bangun tidur kuterus . . . . 

Mandi!
Ya, bilik tempat merenung ini pastinya selalu dikunjungi setiap anak mau gak mau hahaa *yaiyalah*

Di kosan yang dulu karena berhubungan semuanya masih SMA pasti punya jam bangun yang relatif sama untuk masuk sekolah. Biasanya tiap pagi rusuh tag-tag an untuk duluan mandi sesama anak kos biar gak telat sekolah ahhahaha.

Kalau di situasi dan kondisi yang biasa-biasa aja. 1 kamar mandi berlima juga gak menjafi masalah. Yang bikin sengsara adalah pas lagi kebelet dan ada orang di dalem kamar mandi!!! Gedor-gedoran pintu dan teriakan-teriakan melengking pun terjadi ahhahahaha....

Selain itu, kalau pas lagi mandi dan airnya habis! Mantab, deh. Entah itu karena mati lampu ataupun air di tempat penampungan yang habis. Paling sialnya kalau lagi keramas. Mau keluar dengan rambut yang penuh shampoo???

Ironinya. Di kosan yang sekarang entah kenapa hampir selalu pas gue mandi air penampungannya selalu habis! Mending kalau ada orang lain di kosan bisa diminta tolong. Kalau gak ada? Ya, gitu deh ehehehe :P

5. Hujan-hujan pergilah, datanglah di lain hari

Pada dasarnya, gue orang yang suka dengan kedatangan hujan. Jadi adem, gak ada debu, jadi tenang, enak untuk tidurrr ~

Namun, kadangkala ada saatnya hujan itu turun di saat yang tidak tepat. Pas lagi jemur baju misalnya -.-

Di kosan yan dulu jemur bajunya di loteng saudara-saudaraaa.... Dan tangga untuk naiknya itu tangga besi yang muter kalau kalian bisa memvisualisasikannya dengan baik. Kalau yang sekarang, sih, di halaman belakang.

Tapi kesamaanya ada satu! Kalau hujan anak-anak kos (atau mbak kosan kalau ada) langsung lari angkat jemurannnn!!!

Bayangin temen-temen. 
Lari. Naik tangga. Yang muter. Kecepatan penuh. Ekstrem. Pusing.
Buru-buru ambil jemuran sambil kehujanan.

Puji Tuhan gue gak pernah jatoh pas naik atau turun tangganya. Paling yang ada pernah "hampirrr" atau kepeleset *dagdigdug*




Oke....
Sampai disini dulu ya "kisah sengsara" yang pernah gue dan teman-teman gue alami. Adakah yang lebih ekstrem? Ehehe....

Mungkin kalau diantara kalian ada yang mau share pengalaman juga? Feel free to write ure comment belowww :)
See yaaa!
GBU 





"Turn your wounds into wisdom"
- Oprah Winfrey - 

Sunday, May 22, 2016

Di Ruang Nostalgi(l)a - Part II


Haii semuaa :)
Dikarenakan sedang UAS jadi post-nya agak mepet *alesan* ahaahha

Oke. Gak pakai lama-lama lagi kita lanjutkan "Part II" dari ruang nostalgi(l)a ini ehhehe. Semoga terhibur ^^

Di Part I mungkin lebih banyak cerita tentang film dan game PS. Nah, kali ini ceritanya akan lebih berfokus pada masih permainan. Tapi, permainan yang gak berbau gadget ataupun menggunakan listrik sama sekali. Dulu, gak punya mainan pun anak-anak bisaa ajaa ada cara untuk "bikin: mainan sendiri. Kadang malah terlalu kreatif ya? Gue juga bingung kenapa dulu ada-ada aja bikin mainan kayak begitu hehehe. Satu sama lain saling bertukar cerita permainan apa yang sering dimainin pas kecil dan gak disangka ada beberapa yang sama tentunya seperti:

Petak Umpet

Oke. 
Ini pasti kayak kesannya lame banget. 
Tapi seru, loh, main petak umpet!!! 

Petak umpet salah satu permainan yang gampang banget dimaininnya. Tinggal kumpulin orang untuk main dan gada perlengkapan yang dibutuhin sedikit pun. Intinya cuma ngumpet, kejar, dan lariii!!! Ada satu teman yang jaga dan sisanya ngumpet. Kalau ketauan, harus dulu-duluan lari ke tempat awal terus bilang "Inglo!

Kalau gue dulu mainnya di rumah gue jadi, yaaaa. Terbatas lah, ya, tempat persembunyiannya. Yang ekstrem paling ngumpet di bawah kolong kasur yang penuh debu dan kapan aja bisa lewat kecoak setiap saat. Tapi ini seriusan. Kalau ngumpetnya di kolong kasur dan bener-bener mojok pasti gak bakalan keliatan soalnya. Terus keluar-keluar penuh debu dan sawang laba-laba AHAHAHA *evil laugh*

Akan tetapi *ceileh bahasanya*
Ternyata main petak umpet di luaran sana banyak yang lebih ekstrem!!!
Contohnya senior gue yang cerita ke gue itu mainnya di komplek perumahannya dia. Sampai-sampai ngumpetnya naik ke atas pohon segala masbro! Kece, gak, tuh???
Bahkan temennya ada yang ngumpetnya di ujung komplek dan muterin komplek biar gak ketemu sama si "penjaga" nya ahahaha. Yang bikin ekstrem adalah dia mainnya dari siang sampai lewat maghrib dan alhasil dia kena tipes istirahat sebulan katanya --"

Engklek

Senior gue tanya "Permainan apa coba kalau yang mainnya makin banyak makin susah?" Terus gue terdiam. Gak tau jawabannya dan yang ternyata itu engklek!!!

Kesannya bahasanya aneh banget ya? Hahahaha....
Tapi, setelah dipikir-pikir bener juga perkataan senior gue itu. Kalau makin banyak yang main terus "rumah"-nya ada di mana-mana kita mau lompat begimana coba? Iya, kan? (PS: rumah itu bukan rumah beneran ya tapi kalau di kotak itu lawat kita gak bisa injek tempat kita). Gue bingung juga jelasinnya. Kalau yang pernah main ngerti deh pasti hehehe.

Dulu, kalau mau main. Kalau di jalan gambar pakai kapur. Jalanan penuh dengan corat-coret indah karya anak bangsa :P Tapi kalau jatuh yaaa lumayan lah beset-beset sedikit itu kaki dan tangan. Anak jaman dulu makin banyak luka makin kerennn. Iya, gak? Gue pun jaman dulu penuh dengan "tato temporer" abis main ahahha. Kalau di rumah coretnya pake krayon di ubin!!! Itu kalau gue sih. Selesai main susah ngepel ilanginnya ahahha.

Gundu

Main gundu yang juga biasa disebut kelereng juga kita mainin ahhaha. Duluuu, yaa. Kalau nemu kelereng udah kayak nemu permata di tengah jalan. Berharga banget! Sampai sekarang masih ada tuh koleksi kelereng gue setoples yang bagus-bagus ahahha.

Kalau main gundu biasanya kita ada gacon atau jagoan masing-masing. Cara main kelereng pun ada banyak yang entah namanya apa aja gue juga gak tau. Yang penting main bareng temen-temen. Dahsyatnya dari main kelereng sebenernya bukan cuma adu gacon aja tetapi skill dari pemainnya. Senior gue pernah bilang dia pernah main sama orang yang bisa sentil kelerengnya itu udah ajaib banget. Yang pakai jempol, lah, yang pakai telunjuk kayak semacam dilempar gitu, lah dan kena lawannya. 

Hal ajaib yang pernah dia lihat dan gue denger *dari dia juga tentunya*
Pas sentil kelerengnya terus kena gacon lawannya si kelereng itu bisa muter balik!!! Duh, bahasanya apa ya? Kelerengnya jadi jalannya arahnya mundur gitu!!! Dia aja bingung liatnya. Gimana gue yang cuma dengerin. Itu ajaib, sih, menurut gue. Skill tingkat dewa aahhaha. Pengen lihat orang yang "masih" bisa kayak gitu mainnya.

Masak-Masakan

Bagi seorang perempuan. Wajarlah suka main masak-masakkan. Kan belajar jadi calon ibu #eh Tapi senior gue yang notabene cowok tulen. Ternyata suka juga main masak-masakan!

Dulu, kalau punya satu set lengkap mainan masak-masakkan kesannya kayak W.O.W. banget gitu! Serasa udah jadi chef  restoran bintang lima. Padahal yang dimasak juga cuma dedaunan yang diambil dari kebon sama bunga dan uleknya pake batu ahahha.

Layangan

Sore-sore, angin sepoi-sepoiii.
Ditengah lapangan atau halaman banyak layang-layang.
Gini-gini gue juga pernah main layang-layang *tapi gak pernah ngadu yaa ahaha*
Kalau sekarang udah susah mau main dimana?
Yang ada kalau di jalan bisa keserempet entar ckckckck.

Main Kucing

Fine
Ini mungkin absurd banget dan gue sebenernya syok ternyata ada orang di luar sama yang mainin kucing.

Kalian tentunya sudah tau, dong. Kalau populasi kucing itu buanyakkk banget!!! Gak ada habis-habisnya. Tapi, terkadang ada kucing (liar) yang suka menetap di suatu tempat tertentu.

Dulu, di rumah temen gue ada kucing-kucing yang selalu diem di tempat yang sama. Biasanya kita namain satu-satu pakai nama tokoh "Pokemon". Dulu kan Pokemon hits banget :P

Mainin kucingnya gimana, sih?
Kita sama sekali gak pegang kucingnya, loh!
Gak dielus-elus atau pun dikelon, dimanja, disayang...
Kita "mandiin" kucingnya pakai bunga atau daun-daun!!!

Taruh diatas badannya dan kayak orang nikah gitu di sebar-sebar di badan dia. Sedangkan kucingnya cuek aja diem. Tidur. Dan hal ini ternyata dilakuin juga sama senior gue! Hahahah. Somplak! Kalian ada juga, gak, sih yang mainin kucing kayak gini? Hehehhe




Okee...
Sekian post kali iniii...
Semoga terhibur yaaa dan mungkin sebenarnya masih banyak hal-hal yang gak bisa disebutkan karena kenangan masa lalu itu terlalu indah untuk dilupakan.
Thankyou udah baca n see ya!
Gbu 







"Benar. Kita tak pernah lagi menjumpai kebahagiaan yang setara dengan kebaahagian masa kanak-kanak- kita"
 - John Steinbeck, Tortilla Flat -

Saturday, May 14, 2016

Di Ruang Nostalgi(l)a - Part I


Halooo semua :)) 
Setelah vakum beberapa minggu akhirnya menyempatkan diri untuk menulis kembali.
Rencana mau post seminggu sekali sempet gagal karena lagi sibuk kuliah dan kemarin itu ada tuugas magang sekitar 2-3 minggu. Ditambah dengan kuota internet yang sedang tidak bersahabat. Jadilah seperti ini --"

Topik kali ini mengingatkan kembali pada masa kecil gue yang mungkin cukup berbeda dengan masa kecil anak zaman sekarang hehehe....

Lahir di era tahun 90-an dengan tahun 2000-an tentunya sudah membuat banyak perbedaan dalam masa kecil kita. Yaaa, walaupun gue udah 90-an akhir menjurus ke 2000-an heheehe. Sebenernya mungkin topik ini sudah sering dan banyak di bahas di media sosial yang ada. Sampai-sampai sekarang ada komnitas yang anak era 90-an itu, loh, yang di instagram (gue tau awalnya dari insta, sih). Kalau lihat post-an dari mereka jadi selalu inget masa-masa kecil dulu *mendadak merasa jadi tua banget kesannya ya? Hahaha*

Topik ini udah kepikiran pengen ditulis sedari dulu tapi selalu "ketikung" sama topik yang lain. Tapi, tadi kebetulan sempat ngobrol dengan senior (cowo) di organisasi dan ujung-ujungnya ngomongin kebiasaaan-kebiasaan apa saja, sih, waktu kecil dulu. Mulai dari film, mainan, sampai game, dll.

Diawali dengan lagu Sailor Moon *ini beneran*
Terus jadi cerita-cerita kalau mainan pas masih kecil dulu, mah, lebih seru dibandingkan anak sekarang yang kerjaannya cuma main gawai. Main sama temen-temen, apalagi kalau main di luar sambil ngebolang pulang sekolah itu bener-bener seru, deh! Kasihan juga anak-anak kecil sekarang ini. Mereka udah jarang bisa main di luar. Main aja susah gimana mau ngebolang coba!

Sebenarnya hal ini dilema banget, sih.
Anak sekarang pulang sekolah sore. Beda dengan dulu jam 1 sudah pulang, terus bisa main, bahkan tidur siang! Kalau sekarang pulang sekolah sore, lanjut les ini itu, kerjain tugas, kursus lagi, dan perintilan-perintilan lainnya. Mau gimana juga, sih, ya. Tuntutan zaman sekarang harus under pressure juga.

Hal-hal yang dibawa nostalgia selama percakapan dengan senior tadi bener-bener campur aduk. Pertama-tama karena berasal dari OST (Opening Sound Track) Sailor Moon jadi yang dibicarain masih seputar kartun dan film-film. 

Kartun zaman dulu dibandingkan dengan sekarang kami rasa jauhhh lebih berbobot dan bermoral dibandingkan dengan sekarang ini. Dulu, Hari Minggu dari pagi sampaii siang itu surga dunianya bagi anak-anak. Karena, sepanjang jam itu bisa nonton kartun! Senior gue cerita kalau dulu dari SD nonton Dragon Ball dan baru tamat pas dia SMA dan terharu gitu kesannya. Tapi gue nonton segala kartun/ anime yang ada di TV pasti selalu gatau tamatnya itu kayak gimana. Tau-tau itu kartun udah gada dan diganti dengan yang lain :') #nasib

Tapi, lambat laun intensitas penayangan kartun semakin berkurang. Dari dulu sampai jam 12 siang turun ke 11 siang, dan terus menurun hingga pada akhirnya (sekarang ini) gue sendiri kalau Hari Minggu udah langka kayaknya untuk lihat ada kartun ditayangin di TV. Padahal waktu dulu, hampir semua saluran TV ada siaran kartunnya! Sekarang boro-boro. Ada aja syukur! Ceritanya, pun, sudah gak sebagus yang dulu punya.

Kalau dulu, cepet-cepetan bangun Hari Minggu rebutan remot TV. Siapa yang paling pagi bangunnya, dia yang memegang kuasa. Terlebih lagi kalau di dalam keluarga kalian ada beberapa saudara. Pasti ngerasain, deh, perang akibat remot tv pagi-pagi. Bahkan senior gue ada triknya biar dulu gak harus bangun pagi. Pas malam harinya (Sabtu), saat semua sudah tidur, diambillah itu remot dan dibawa tidur! Voila! Pas pagi-pagi remot tv dicari gak ada di seluruh penjuru ahhahaha....

Dari kartun geser sedikit ke game!!!
Yang namanya anak cowok pastinya doyan sama main game. Entah itu online atau offline. Kalau gue pribadi gak pernah main GO sama sekali ^^

Sebelum ada internet (kayaknya) punya PS (plays station) itu mevvah banget rasanya!!!
Gue sama senior gue sama-sama punya PS1 (dan masih bisa dimainin sampai sekarang!). Inget kan opening-nya yang khas banget! Dan tentunya bikin deg-deg-an gitu kalau macet di tengah jalan gak ke loading. Game-game PS cewe terkadang beda seleranya sama cowo. Tapi, ternyata kita sama-sama main Harvest Moon, Bishi Bashi, dan game-game balapan atau duel gitu ahahha. 

Ngomongin Harvest Moon dimana gue dulu gatau sama yang namanya ada "memory card". Jadi, main Harvest Moon itu selaluuuuu ngulang dari awal! Dan kalian yang main pasti tau awalnya itu game kayak gimana --"
Kalau senior gue bahkan sampai ngikutin walkthrough-nya dan gue baru tau itu ada *telat 10 tahun lebih* dan hebatnya dia masih inget segala nama tokoh cewenya disana ahahaa.

Kalau mainan yang nuansanya duel-duel itu bahasanya udah mulai aneh-aneh yang keluar, katanya "Buat jurus, setengah lingkaran sama segitiga". Oke. Orang awam yang gak main PS pasti bingung. Biasanya kalau ada jurus-jurus/ cheat gitu pastiii aja orang-orang pada gamau kasi tau. Kalau kata dia, sebenernya ada 2 alasan:

1. Dia emang beneran tau tapi gamau kasih tau biar gak tersaingi
2. Sebenernya dia sendiri gatau kok bisa keluar jurus *hoki*

Tapiii....
Jawaban kalau diminta caranya selalu sama "Ada dehhh...." *evil laugh* dan gue sangat tidak tahu menahu tentang jurus-jurus atau apalah itu. Kalau sekarang sih enak tinggal cari di internet. Lah, kalau dulu? Kamusnya, ya, temen kita!

Kalau Bishi Bashi???
Menurut gue salah satu game legenda, sih, ya. Gue kalau main serada ekstrem bisa sampai itu tangan melepuh ngadu sama joystick. LOL. Apalagi kalau pas bagian game "Perm" apadah itu. Sampai sekarang selalu gak bisa. Ehhh, tapi senior gue malah paling bisa itu. Akhirnya, kemarin dikasih tau, deh triknya. Yes!




Nahhh....
Sekian untuk Part I nya ~
Panjang juga, ya?

Tapi memang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata saja.
Masa kecil terlalu bahagia untuk dituliskan hehehe.
Tunggu Part II-nya.
See ya!
Gbu 






"Memories of childhood were the dreams stayed with you after you woke"
- Julian Bernes -